Jumat, 03 Januari 2014

Manajemen Pemasaran - Comedy Coffe Sutos Surabaya

Pengelola restoran Comedy Kopi, Hasmoro Group menargetkan bisa membuka sedikitnya tiga outlet baru hingga tahun depan menyusul dibukanya 2 outlet sebelumnya di Surabaya.
Bussiness Development Consultant Hasmoro Group, Lucky Yudistriawan mengatakan, 3 outlet baru tersebut merupakan outlet Franchise Comedy Kopi yang masing-masing akan dibuka di Jogjakarta, Bali dan Makassar.



Untuk outlet di Jojjakarta rencananya dibuka pada November tahun ini, sedangkan outlet di Bali dan Makassar renananya akan dibuka tahun 2013 mendatang. Sebelumnya, restoran yang mengusung konsep komedi ini sudah dibuka di Grand City Mal dan Surabaya Town Square (Sutos).
“Jika pada 2 outlet pertama kami investasi sendiri, maka untuk 3 outlet baru tersebut kami kembangkan dengan konsep franchise,” katanya ketika ditemui di sela Partnership Gathering di Comedy Kopi Sutos, Rabu (23/5/2012).

Ia mengatakan, nilai investasi untuk tiap restoran berkisar antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar, tergantung lokasi dan interior yang dipasang. Investasi sebesar itu, kata Lucky merupakan nilai yang harus ditanamkan untuk membuka outlet di dalam mall. Untuk restoran dengna konsep standalone atau berada di luar mal, investasinya bisa lebih murah. Untuk biaya franchise sendiri Hasmoro hanya mematok Rp 150 juta untuk tiap outlet.
“Untuk franchise memang kami tidak terlalu mementingkan pembukaan outlet yang banyak dan istilahnya kita mengeruk uang dari franchisee. Namun justru kita memberikan opsi seluas-luasnya bagi franchisee untuk menentukan outletmereka akan menjadi seperti apa,” papar Lucky.
Comedy Kopi sendiri merupakan restoran pertamadi Surabaya yang mengusung tema komedi, mulai desain interior, menu makanan dan minuman hingga hiburan yang disajikan.


Head of Marketing Communication Hasmoro Group, Indra Junor, mengatakan untuk desain interior dikonsep sedemikian rupa sehingga pengunjung betah berlama-lama nongkrong di tempat tersebut, tentunya dengna sentuhan humor. Di salah satu sudut gerai misalnya, terdapat meja dan kursi yang dipasang tergantung di plafon dengan penataan terbalik.
“Jadi bila ada pengunjung yang datang tidak membawa uang kami masih bisa memberikan makanan dan minuman gratis. Syaratnya, makan dan minumnya di meja dan kursiitu,” katanya setengah bercanda.
Untuk menu makanan juga dikonsep tak biasa dengna penamaan-penamaan konyol. Menu nasi rawon misalnya, ditulis dalam buku menu dengan nama Au Ah Gelap, mengacu pada tampilan masakan tersebut yang warnanya hitam pekat.
Meski menamai menu makanan dan minumannya dengna nama lucu, namun Indra memastkan kualitasnya tidak sembarangan. “Namanya boleh bercanda tapi rasanya kami jamin tetap menggugah selera karena chef kami merupakan jebolan chef dari hotel berbintang 5,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar