Pengelola restoran Comedy Kopi, Hasmoro Group menargetkan bisa
membuka sedikitnya tiga outlet baru hingga tahun depan menyusul
dibukanya 2 outlet sebelumnya di Surabaya.
Bussiness Development
Consultant Hasmoro Group, Lucky Yudistriawan mengatakan, 3 outlet baru
tersebut merupakan outlet Franchise Comedy Kopi yang masing-masing akan
dibuka di Jogjakarta, Bali dan Makassar.
Untuk outlet di
Jojjakarta rencananya dibuka pada November tahun ini, sedangkan outlet
di Bali dan Makassar renananya akan dibuka tahun 2013 mendatang.
Sebelumnya, restoran yang mengusung konsep komedi ini sudah dibuka di
Grand City Mal dan Surabaya Town Square (Sutos).
Jika pada 2
outlet pertama kami investasi sendiri, maka untuk 3 outlet baru tersebut
kami kembangkan dengan konsep franchise, katanya ketika ditemui di
sela Partnership Gathering di Comedy Kopi Sutos, Rabu (23/5/2012).
Ia mengatakan, nilai investasi untuk tiap restoran berkisar antara Rp 3
miliar hingga Rp 5 miliar, tergantung lokasi dan interior yang
dipasang. Investasi sebesar itu, kata Lucky merupakan nilai yang harus
ditanamkan untuk membuka outlet di dalam mall. Untuk restoran dengna
konsep standalone atau berada di luar mal, investasinya bisa lebih
murah. Untuk biaya franchise sendiri Hasmoro hanya mematok Rp 150 juta
untuk tiap outlet.
Untuk franchise memang kami tidak terlalu
mementingkan pembukaan outlet yang banyak dan istilahnya kita mengeruk
uang dari franchisee. Namun justru kita memberikan opsi seluas-luasnya
bagi franchisee untuk menentukan outletmereka akan menjadi seperti apa,
papar Lucky.
Comedy Kopi sendiri merupakan restoran pertamadi
Surabaya yang mengusung tema komedi, mulai desain interior, menu makanan
dan minuman hingga hiburan yang disajikan.
Head of Marketing
Communication Hasmoro Group, Indra Junor, mengatakan untuk desain
interior dikonsep sedemikian rupa sehingga pengunjung betah berlama-lama
nongkrong di tempat tersebut, tentunya dengna sentuhan humor. Di salah
satu sudut gerai misalnya, terdapat meja dan kursi yang dipasang
tergantung di plafon dengan penataan terbalik.
Jadi bila ada
pengunjung yang datang tidak membawa uang kami masih bisa memberikan
makanan dan minuman gratis. Syaratnya, makan dan minumnya di meja dan
kursiitu, katanya setengah bercanda.
Untuk menu makanan juga
dikonsep tak biasa dengna penamaan-penamaan konyol. Menu nasi rawon
misalnya, ditulis dalam buku menu dengan nama Au Ah Gelap, mengacu pada
tampilan masakan tersebut yang warnanya hitam pekat.
Meski
menamai menu makanan dan minumannya dengna nama lucu, namun Indra
memastkan kualitasnya tidak sembarangan. Namanya boleh bercanda tapi
rasanya kami jamin tetap menggugah selera karena chef kami merupakan
jebolan chef dari hotel berbintang 5, ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar